Sabtu, 03 Oktober 2015

Berenang di Y Resort (Bali)

Agak kesulitan sih kami menemukan Y resort ini, sudah bolak balik 2 kali tapi enggak ketemu. Mungkin karena mata tua ini sudah tidak sanggup lagi membaca plang hotel yang terlalu kecil.

Si mami lagi sibuk check in, si anak sibuk nyelfie....





Sensasi nginep di Ubud itu, begitu masuk hotel suasananya langsung beda. Hening, aman, damai, tentram, halah.... lebay.....

Y resort ini TOP BGT, harga pas di kantong, banyak pohon, adem, tamu enggak terlalu banyak, kolam renang serasa milik pribadi. Enggak kedengeran suaranya, ternyata si anak besar itu langsung nyemplung....

Banyak kan pohonya...

si papi yang ngobrol sm anaknya

papi dan anaknya

kebanyakan gaya seperti biasa

joget - joget
Sementara itu Oma dan Opa duduk santai di pinggir kolam. Pemandangan ini sering banget terjadi walau jarang tertangkap kamera. Hal itu mencerminkan kami selalu pergi berenang dan melupakan oma & opa enggak pernah ikutan nyemplung hehehe.....



Habis berenang, ya makan. Tips buat penyuka gado - gadi di Bali, kalo lagi laper banget, jangan pesen gado - gado ya, gak ada lontongnya wkwkwk....


gado - gado Bali

Habis makan selfa - selfi lagi kegiatan anak itu.




 Corat - coret...



Besok paginya, kami sudah siap lagi melanjutkan perjalanan.


cheeersss....

Perjalanan ke Ubud (Bali)

Bulan Maret 2015, kami ke Bali lagi hahaha.....
Dalam 3 bulan kami ke Bali 2 kali, bayangkan aja betapa bahagianya anak besar itu. Soalnya Bali itu Leta banget....

Kali ini kami nemenin Oma & Opa, jadi terpaksa dengan hati riang kami ke beberapa tempat awesome yang sudah pernah di datangi. Kali ini kamera dipegang sama anak kecil itu, jadi isinya ya gitu deh..... selfa - selfi aja...


menginjakkan kaki lagi di Bali

Opa & Papi
Hari pertama kami melakukan perjalanan ke Ubud, tapi muter dulu ke Goa gajah dan kintamani. Di jalan kami melihat pure yang lumayan besar dan rame, mampirlah kami ke pure itu, tapi lupa juga lihat nama purenya. Ada kejadian lucu disini, anak besar itu diajak bicara pake bahasa Jepang sama orang India hahaha..... anak Ambon itu om, bukan anak Jepang....




Papi, Opa & Oma




Habis dari pure yang enggak tau namanya itu kami sempat mampir lagi di tempat pembuatan batik di Batubulan. Wajahnya Oma langsung berseri - seri ngeliatnya, dan si anak besar sudah explore sendiri mencari - cari barang yang lucu - lucu katanya. 
 
Setelah menyempatkan melihat pengerajin perak, kami ke Goa Gajah. Awalnya kami mengira Goa Gajah itu Gua alami di daerah gamping gitu, ternyata tempat ibadah tapi ada goanya. Berhubung harus menuruni banyak anak tangga, si Oma nyerah, pilih  menunggu di tempat parkir aja.

Dan anak besar itu fota - foto lagi di depan toko penjual kain deket tempat parkir. Untungnya si penjual baik hati, membiarkan anak itu foto - foto didepan tokonya. Deretan kain bali yang manis itu memang cocok jadi latar fotonya anak manis.
 
 


 
 
Begini bentuknya Goa Gajah, walaupun ada pembangunan di sana - sini, tapi suasana sakral itu masih terasa.
 
 

Gua tempat ibadah
 
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Kintamani. Jalanan sudah mulai menanjak, udarapun sudah mulai terasa sejuk, akhirnya kami sampai juga "gardu pandang" nya Kintamani. Karena si cacing - cacing dalam perut sudah mulai protes, kami pun tidak berlama - lama disini.
 
 
 

 
Kami diantar oleh driver ke rumah makan yang besar tapi penuh, sepertinya semua wisatawan Kintamani makan disini. Saya rasa sih bukan karena citarasanya, tapi karena pemandangannya.
 

 
 
Makan sambil melihat pemandangan seperti itu, membuat semua makanan berasa enak banget. Setelah makan siang yang terlambat tadi, kami melanjutkan perjalanan ke Ubud. Kami memang hanya melakukan perjanan ke Ubud, karena setelah sampai Ubud, kami langsung nongkrong di hotel saja.

Jumat, 02 Oktober 2015

Beras Basah (Bontang)

Setelah diniatin banget - banget di bulan April 2015, kami berangkat lagi ke Beras Basah. Terakhir kesana kira - kira 5 tahun yang lalu, waktu leta di titip di Bontang. Kalau mau ke Beras Basah sebenernya ada 2 jalur, lewat Bontang Kuala dan Tanjung Laut. Kalau dari Tanjung Laut lebih deket, perjalanannya sekitar 30 menit aja. Sedangkan dari Bontang Kuala perjalanan +/- 1 jam. Karena rombongan kami penuh anak - anak rempong, jadi kami memilih lewat Tanjung Laut aja.
 
Dipelabuhan Tanjung Laut sudah stand by banyak kapal - kapal kecil yang siap disewa, besarnya sewa antara 500 ribu - 700 ribu, tergantung dari besarnya kapal. Tarifnya juga sudah pasti kok, jadi gak bakalan kena tipu deh.
 
Setelah bersusah payah memindahakan bekal makanan yang banyak itu ke kapal, berangkatlah kami. Seperti biasa anak - anak seneng banget naik kapal. Dari kejauhan sudah terlihat Pulau Beras Basah, tapi terus terang agak kecewa, ternyata pulaunya enggak sebagus dulu. Sekarang sudah dipenuhi gundukan - gundukan beton pemecah ombak. Tapi beton itu memang diperlukan untuk menahan abrasi.
 
 
Beras Basah

Beras basah
Apapun itu, main air disini tetep asyiiik.....
Entah mulai kapan, sudah ada banana boat disini, harganya juga normal - normal aja, 1 orang 25 ribu. Tapi diajak muter lamaaaaa banget, sampe pegel deh tu pinggang di hempas ombak.
 
 
Naik banana boat
Sambil naik banana boat, kita juga bisa liat keramba dan kapal - kapal nelayan. Di kejauhan ada juga kapal batubara yang anchorage menunggu giliran muat di pelabuhan batubara tak jauh dari pulau.
 
 
keramba
main pasir

si mata kelereng

mbak key
Leta
 
Biasanya Pakpuh cs snorkeling agak ketengah laut, dan kamipun mencoba kesana dengan susah payah karena daerah tersebut dipenuhi karang yang tajam. Dan akhirnya usaha kamipun gagal karena hujan lebat.
 
Pejuangnya balik kanan
 
Biar hujan, main airnya lanjuut.....
 
 
Cia & Papi

Gerombolan cewek - cewek

Para laki - laki


Dingin...




action doang

hujanpun berhenti
 
Siang harinya air mulai pasang, sepertinya waktu yang tepat buat snorkeling ke tengah, tapi kami semua sudah mandi dan ganti baju. Ah sudahlah, kapan - kapan kami datang lagi dengan perhitungan waktu yang lebih tepat.